Kunci Sukses Ethno Wellness Nusantara, Padukan Tradisi dan Inovasi

Kunci Sukses Ethno Wellness Nusantara, Padukan Tradisi dan Inovasi

Kunci Sukses Ethno Wellness Nusantara, Padukan Tradisi dan Inovasi

Tradisi pengobatan serta perawatan kecantikan dengan ramuan tradisional dari rempah-rempah disebut sebagai etno wellness.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Deta Indriana, S. Kom, Dipl. CIDESCO SPA, CIMI selaku WHEA- CEO Aleenahoz Beauty.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang pahlawan perempuan Indonesia yakni Keumalahayati atau Malahayati dari Kesultanan Aceh.

"Malahayati ini adalah pejuang dari Aceh, beliau sangat memperjuangkan karena Indonesia adalah negara maritim. Dia bisa menginspirasi generasi bangsa saat ini," kata Deta.

Selajutnya, ia menampilkan personil BTS asal Kores Selatan.

"BTS itu dari Korea, sekarang gelombang Korea itu luar biasa mulai dari makanan, skincare itu sangat diagungkan, Gelombang hiburan Korea Selatan atau Hallyu Wave ini turut mempengaruhi kesuksesan ekonomi Korea Selatan naik, semakin makmur rakyatnya," tambahnya.

Lantas, bagaimana kunci sukses ethno wellnes Nusantara yang sebenarnya? Yuk, simak!

Upaya melestarikan budaya Indonesia

Era globalisasi dapat menimbulkan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih modern.

Akibatnya, masyarakat cenderung memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis dibandingkan budaya lokal.

Salah satu faktor penyebab budaya lokal dilupakan yaitu kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaannya sendiri.

Dua upaya dalam menjaga dan melestarikan budaya 

"Culture experience adalah pengalaman terkait budaya kita, misalnya di bidang kecantikan, berati kita harus tau treatment apa yang dilakukan masyarakat Sumatra Utara," kata Deta.

"Selanjutnya ada culture knowledge, pengetahuan tentang budaya juga perlu saya tambahkan," tambahnya.

Pentingnya melestarikan budaya Indonesia

Dalam peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang Standart Usaha Spa, di mana spa adalah usaha perawatan yang memberikan layanan dengan perpaduan metode terapi air, terapi aroma, pijat, rempah-rempah, layanan makanan atau minuman sehat, olah aktivitas fisik guna menyeimbangkan tubuh, jiwa raga dengan tetap mengangkat kebudayaan Indonesia.

"Ada yang namanya Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mana tahun ini merancang unit ethnowellness nusantara," jelas Deta.

28 Unit Kompetensi Ethnowellness dalam ESKKNI Bidang Spa Therapis

1. Melakukan perawatan Kusuk Batak

2. Melakukan perawatan Uruik Minang

3. Melakukan perawatan Pijat Pulen legit Betawi

4. Melakukan perawatan Pijat Peranakan Semarang

5. Melakukan perawatan Micet Madura

6. Melakukan perawatan Pijat Bali

7. Melakukan perawatan Baurut Banjar

8. Melakukan perawatan Pijat Jawa

9. Melakukan perawatan Laseng Timor

10. Melakukan perawatan Meze entaya Papua

11. Melakukan perawatan Peseul Sunda

12. Melakukan perawatan Pijat Dayak

13. Melakukan perawatan Randang Minang

14. Melakukan perawatan Borehan Betawi

15. Melakukan perawatan So'oso Madura

16. Melakukan perawatan Cingkaruk Banjar

17. Melakukan perawatan Bedda lotong Bugis

18. Melakukan perawatan Bakkasai Dayak

19. Melakukan perawatan Oukup Batak

20. Melakukan perawatan Batangeh Minang

21. Melakukan perawatan Tangas Betawi

22. Melakukan perawatan Ratus Jawa

23. Melakukan perawatan Batimung Banjar

24. Melakukan perawatan Bakera Minahasa

25. Melakukan perawatan Batimuh Dayak

26. Melakukan perawatan Barendam Betawi

27. Melakukan perawatan Barendam Jawa

28. Melakukan perawatan Bapapai Dayak

"Ini adalah peluang, memperkenalkan rempah Indonesia itu lebih menarik. Yang mana inspirasi saya adalah Gaya Spa," jelas Deta.

Ethno Wellness Spa sendiri adalah jenis tempat yang menawarkan layanan relaksasi dan perawatan tubuh yang terinspirasi oleh tradisi, budaya atau elemen etnik tertentu mencakup pijat, terapi panas, perawatan kulit dan praktik relaksasi lainnya yang diadaptasi oleh budaya tertentu.

"Kita juga menggunakan bahan alami, bahan tradisional. Misalnya minuman dari kulit buah andaliman itu dijadikan teh," tambahnya.

Deta juga memberikan tips usahanya mendirikan spa saat pandemi, yakni melayani spa di rumah konsumen.

"Beberapa inovasi yang saya lakukan saat pandemi yaitu jemput bola, kami hadir ke rumah customer sesuai layanan spa itu sendiri, jadi enggak hanya pijat saja," ungkap Deta.

"Dari situ kita bisa memperkenalkan dan menceritakan terkait filosofi perawatan itu sendiri," tambahnya.

Deta menyebut, hal itulah yang menjadi nilai bisnis spanya bertahan hingga saat ini.

Cara memperkenalkan budaya Indonesia melalui rangkaian perawatan spa

1. Ikuti pelatihan ethno wellness Nusantara

2. Bergabung di komunitas atau asosiasi

3. Jadikan nilai tambah dalam bisnis spa