Board of ETNA (Ethnowellness Nusantara) bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema pengembangan wellness tourism jelang peringatan 500 tahun Daerah Khusus Jakarta.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKJ Rano Karno (Bang Doel), serta Kepala Dinas Parekraf DKJ Andika Pratama bersama jajaran pejabat Pemerintah Provinsi.
FGD ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai ekosistem wellness: pelaku industri spa, pengusaha travel, praktisi jamu, pakar aromaterapi, akademisi, komunitas kesehatan, hingga dokter dari berbagai spesialisasi. Semua hadir untuk satu tujuan: menguatkan wellness berbasis kearifan lokal, khususnya Wellness Betawi.
Kota Maju Bukan Hanya Kompetitif, Tapi Juga Sehat dan Bahagia
Dalam sambutannya, Wagub Rano Karno menegaskan bahwa perkembangan Jakarta tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kualitas hidup warganya.
“Jakarta sedang bergerak menuju kota global yang bukan hanya kompetitif, tapi juga nyaman, seimbang, dan membahagiakan bagi seluruh warganya,” ujarnya saat ditemui di Penn Resto, Jakarta, Kamis, 20 November 2025.
Pria yang akrab disapa Bang Doel itu menyampaikan bahwa wellness memiliki posisi strategis dalam transformasi Jakarta. Ia menilai ekosistem wellness yang kuat akan membantu Jakarta mencapai target besar: masuk dalam Happy City Index pada tahun 2027.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan apresiasi langsung kepada Dra. Agnes Lourda Hutagalung, selaku Ketua Umum Board Etnaprana Wellness.
“Ternyata kita sudah bermitra. Jadi ini kewajiban saya untuk mengembangkan kemitraan ini,” tambahnya.
Dukungan Langsung Pemprov DKI Jakarta
Bang Doel menegaskan bahwa Pemprov DKI siap mendukung penguatan ekosistem berbasis budaya lokal, termasuk Wellness Betawi. Dukungan tersebut tidak hanya dari dirinya sebagai Wakil Gubernur, tetapi juga dari Gubernur Jakarta Pak Pras.
Ethnowellness Betawi, Potensi Besar yang Perlu Diangkat
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa Indonesia memiliki kekayaan ethnowellness yang luar biasa. Betawi, sebagai identitas Jakarta, punya modal unik untuk bersaing dengan daerah lain.
Wellness Betawi yang Dipresentasikan dalam FGD antara lain:
Pijet Pulen Legit — teknik pijat khas Betawi yang dikenal dengan manfaat untuk kesehatan wanita bersuami.
Bir Pletok — minuman herba Betawi yang menyegarkan dan menyehatkan.
Lulur & Jamu Betawi — ritual tradisional yang mulai banyak diminati wisatawan.
Aromaterapi Essential Oil Betawi — pengembangan aromaterapi berbasis rempah lokal.
Semua layanan tersebut saat ini bisa Anda temukan di Gaya Spa, salah satu pelaku wellness yang aktif mengangkat budaya Betawi dalam treatment-nya.
Kita juga mencoba layanan Medical Massage berbasis anatomi dan evidence-based — sebuah inovasi yang memadukan pendekatan ilmiah dengan tradisi lokal.
Peran ETNA: Kolaborasi, Riset, dan Branding Wellness Jakarta
Founder Board of ETNA, Dra. Agnes Lourda Hutagalung, menjelaskan bahwa Board of ETNA merupakan gabungan berbagai profesi yang memiliki satu misi: mengembangkan ethnowellness Indonesia secara profesional.
“Di dalamnya ada akademisi, pelaku kesehatan tradisional, pengusaha travel, dokter IDI maupun PDSI. Semua bergabung untuk satu tujuan,” jelasnya.
Ekosistem Wellness sebagai Pilar Kota Bahagia
Rano Karno menegaskan bahwa transformasi Jakarta tidak akan maksimal tanpa kolaborasi industri wellness.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Asosiasi dan pelaku industri wellness punya peran besar dalam menguatkan UMKM dan ekonomi lokal,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan bahwa setiap program wellness akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menuju Jakarta sebagai Pusat Wellness Asia Tenggara
FGD ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan pemerintah, komunitas, pelaku industri, dan akademisi. Dengan dukungan penuh dari Wagub Bang Doel dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Board of ETNA optimistis Jakarta dapat:
Acara ini bukan hanya diskusi, tetapi langkah nyata menuju Jakarta yang lebih sehat, seimbang, dan membahagiakan.