Frozen Shoulder: Penyebab, Gejala dan Peran Wellness Therapy

Frozen Shoulder: Penyebab, Gejala dan Peran Wellness Therapy

Frozen Shoulder: Penyebab, Gejala dan Peran Wellness Therapy

Bahu terasa kaku, nyeri saat digerakkan, bahkan sulit mengangkat tangan atau menjangkau bagian belakang tubuh? Keluhan tersebut bisa berkaitan dengan frozen shoulder atau adhesive capsulitis.

Melansir dari NHS, frozen shoulder merupakan kondisi ketika jaringan kapsul yang mengelilingi sendi bahu mengalami peradangan, menebal, dan menjadi lebih kencang sehingga menyebabkan nyeri serta keterbatasan gerak.

Kondisi ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga beberapa tahun dan tingkat pemulihannya berbeda pada setiap orang. 


Apa Itu Frozen Shoulder?

Secara medis, frozen shoulder dikenal sebagai adhesive capsulitis. Kondisi ini menyebabkan dua masalah utama, yaitu nyeri dan kekakuan pada bahu.

Ketika kapsul sendi bahu menjadi lebih tebal dan ketat, ruang gerak sendi ikut terbatas. Akibatnya, aktivitas sederhana seperti mengangkat tangan, menyisir rambut, mengenakan pakaian, atau menjangkau benda di atas kepala dapat terasa lebih sulit.

Cambridge University Hospitals menjelaskan bahwa frozen shoulder berkembang secara bertahap dan menyebabkan penurunan range of motion atau rentang gerak bahu. 


Gejala Frozen Shoulder

Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:

- Bahu terasa nyeri dan kaku.

- Rentang gerak bahu semakin terbatas.

- Sulit mengangkat tangan.

- Sulit melakukan gerakan rotasi bahu.

- Kesulitan menyisir rambut atau mengenakan pakaian.

- Sulit menjangkau bagian belakang tubuh.

- Nyeri dapat terasa lebih berat pada malam hari dan mengganggu tidur.

NHS menyebutkan, dua gejala utama frozen shoulder adalah shoulder pain dan stiffness, dengan nyeri yang dapat memburuk pada malam hari.

AAOS (American Academy of Orthopaedic Surgeons) juga menjelaskan, frozen shoulder berkembang dengan nyeri yang meningkat dan semakin terbatasnya kemampuan untuk menggerakkan bahu.


Penyebab Frozen Shoulder

Menariknya, penyebab pasti frozen shoulder tidak selalu diketahui. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat muncul tanpa penyebab yang jelas.

Namun, beberapa kondisi diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko frozen shoulder.

1. Cedera atau Operasi

Frozen shoulder dapat muncul setelah cedera, patah tulang, atau operasi ketika bahu dan lengan menjadi kurang aktif bergerak selama proses pemulihan.

Kurangnya pergerakan dalam waktu tertentu dapat berkontribusi terhadap kekakuan kapsul sendi. (Sumber: NHS; Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust)

2. Diabetes

Orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami frozen shoulder. Hubungan antara diabetes dan frozen shoulder belum sepenuhnya dipahami, tetapi keduanya secara konsisten disebut dalam sumber medis sebagai kondisi yang berkaitan. (Sumber: NHS)

3. Gangguan Tiroid dan Kondisi Kesehatan Tertentu

Frozen shoulder juga dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan, termasuk gangguan tiroid, penyakit kardiovaskular, serta stroke. (Sumber: Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust)

4. Berkurangnya Pergerakan Bahu

Seseorang yang harus membatasi penggunaan bahu dalam waktu lama setelah cedera atau operasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekakuan bahu.

Karena itu, setelah cedera atau operasi, latihan dan pergerakan sebaiknya dilakukan berdasarkan arahan tenaga kesehatan yang menangani. (Sumber: Kingston and Richmond NHS Foundation Trust)

5. Usia

Frozen shoulder lebih sering terjadi pada kelompok usia sekitar 40–60 tahun, meskipun kondisi ini tetap dapat terjadi pada kelompok usia lainnya. 


Tahapan Frozen Shoulder

Frozen shoulder umumnya berkembang melalui tiga fase.

1. Freezing Phase

Pada fase ini, nyeri mulai muncul dan semakin meningkat. Pergerakan bahu perlahan menjadi semakin terbatas dan nyeri dapat mengganggu tidur.

AAOS menyebut fase freezing dapat berlangsung sekitar 6 minggu hingga 9 bulan.

2. Frozen Phase

Pada fase berikutnya, rasa nyeri dapat mulai berkurang, tetapi kekakuan bahu justru menjadi lebih dominan. Aktivitas sehari-hari dapat menjadi semakin sulit akibat keterbatasan gerak.

Menurut AAOS, fase ini dapat berlangsung sekitar 4–6 bulan.

3. Thawing Phase

Pada fase pemulihan, gerakan bahu secara perlahan mulai kembali. Namun, prosesnya dapat berlangsung cukup lama.

AAOS menyebut pemulihan kekuatan dan gerakan bahu secara penuh dapat membutuhkan sekitar 5 bulan hingga 2 tahun, meskipun waktunya dapat berbeda pada setiap orang.


Bagaimana Cara Mengatasi Frozen Shoulder?

Penanganan frozen shoulder biasanya berfokus pada mengurangi nyeri dan membantu mengembalikan pergerakan bahu.

Tetap Bergerak Secara Perlahan

Menghentikan seluruh aktivitas bahu bukan solusi yang dianjurkan. NHS merekomendasikan agar bahu tetap digerakkan secara lembut dan menghindari gerakan yang menyebabkan nyeri berlebihan.

Namun, hindari melakukan latihan berat atau memaksakan rentang gerak sendiri karena dapat memperburuk rasa sakit.

Latihan dan Fisioterapi

Fisioterapi dapat membantu meningkatkan kembali mobilitas bahu melalui latihan stretching, latihan kekuatan, serta edukasi postur dan pergerakan.

NHS menyebut fisioterapi sebagai salah satu pendekatan untuk membantu mengembalikan gerakan bahu pada frozen shoulder.

Kompres Hangat atau Dingin

Kompres hangat maupun dingin dapat membantu memberikan rasa nyaman pada sebagian orang. NHS merekomendasikan penggunaan kompres yang dibungkus dengan kain dan tidak ditempelkan langsung ke kulit.

Obat Pereda Nyeri atau Tindakan Medis

Dokter dapat mempertimbangkan obat pereda nyeri, obat anti-inflamasi, injeksi steroid, atau tindakan lainnya sesuai kondisi pasien.

Pada kondisi tertentu yang menetap, dokter dapat mempertimbangkan pilihan seperti hydrodistension atau tindakan lainnya. (Sumber: Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust)


Apakah Massage Bisa Membantu Frozen Shoulder?

Massage bukan pengganti diagnosis, fisioterapi, maupun perawatan medis untuk frozen shoulder.

Namun, pendekatan massage dan wellness therapy yang dilakukan secara tepat dapat menjadi bagian dari perawatan pendamping untuk membantu tubuh merasa lebih rileks dan membantu meredakan ketegangan otot di sekitar area bahu.

Teknik yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika bahu sedang sangat nyeri atau mengalami keterbatasan gerak yang signifikan, hindari pijatan atau manipulasi yang agresif.

Jika Anda mengalami nyeri bahu dan kekakuan yang menetap, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan penyebabnya. Tidak semua nyeri bahu merupakan frozen shoulder.

NHS juga mengingatkan bahwa nyeri bahu dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain sehingga tidak disarankan melakukan diagnosis sendiri.


Relieve Shoulder Tension with Etnaprana Wellness

Setelah berjam-jam bekerja di depan laptop, melakukan aktivitas berulang, atau menjalani rutinitas yang padat, area bahu dan leher dapat terasa tegang dan tidak nyaman.

Di Etnaprana Wellness Clinic, pengalaman wellness dirancang untuk membantu Anda memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan mendapatkan perawatan yang lebih menyeluruh.

Melalui holistic massage dan wellness therapy, perawatan dapat membantu memberikan rasa rileks, membantu meredakan ketegangan otot, dan meningkatkan kenyamanan tubuh.

Jika Anda mengalami ketegangan di area bahu dan ingin menikmati sesi wellness yang menenangkan, Etnaprana Wellness Clinic dapat menjadi pilihan untuk melengkapi rutinitas self-care dan recovery Anda.

Book your wellness treatment at Etnaprana Wellness Clinic and give your body the care it deserves.